![]() |
| Poto Presiden Venezuela: (Ist) |
Kasus Venezuela jelas tidak memenuhi kriteria intervensi bermoral dalam kerangka Islam. Sebaliknya, kasus Khmer Merah justru menunjukkan kebutuhan intervensi yang etis dan kolektif.
8. Islam dan Tata Dunia Masa Depan
Islam menawarkan kerangka tata dunia alternatif yang tidak bertumpu hanya pada kekuatan, tetapi pada akhlak politik:
1. Kesetaraan bangsa
Tidak ada hak veto berdasarkan kekuatan militer.
2. Supremasi hukum
Penguasa dan negara tunduk pada hukum moral.
3. Intervensi terbatas dan bermandat
Intervensi hanya untuk menghentikan kejahatan berat, bukan mengatur dunia.
4. Akuntabilitas pasca-krisis
Keadilan, pemulihan korban, dan penarikan kekuatan asing adalah kewajiban. Ini bukan utopia. Sejarah Amuriyah dan Krim yang diselamatkan oleh kekuatan negara adidaya Khilafah Islamiyah menunjukkan bahwa kerangka ini pernah dijalankan, meski belum sempurna. Kekuatan inilah yang kini tiada, namun tidak dipungkiri, bahwa tidak cuma dunia Islam yang merindukan kembalinya.
Penutup: Venezuela adalah Peringatan dan Pelajaran
Venezuela adalah pengingat keras bahwa tata dunia modern rapuh, penuh standar ganda, dan miskin landasan moral. PBB gagal menjadi wasit adil, sementara “Family of Nations” runtuh di hadapan realpolitik. Islam tidak hanya menawarkan slogan, tetapi jalan yang lebih sulit dan bermartabat: kekuasaan tunduk pada hukum Allah Yang Maha Esa yang tidak memiliki kepentingan, hukum yang memiliki akhlak, dan intervensi yang peduli pada kemanusiaan. Masalah dunia hari ini bukan karena terlalu banyak nilai, tetapi karena nilai diperalat oleh kekuasaan. Venezuela, Khmer Merah, Amuriyah, dan Krim mengajarkan satu pelajaran sama: tanpa sistem Islam, tata dunia hanyalah topeng bagi yang kuat.


0 Response to "Venezuela & Mitos Tata Dunia Global Preseden Intervensi Kemanusiaan di Sejarah Islam Dikeluarkan oleh: Perhimpunan Intelektual Muslim Indonesia (HILMI)"
Posting Komentar