![]() |
| Poto:Ist |
Investasi SDM, Jalan Panjang Tangsel Menuju Kota Berdaya Saing Global
Di tengah tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memilih menempatkan sumber daya manusia (SDM) sebagai titik tumpu kebijakan. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Benyamin Davnie, arah pembangunan Tangsel tidak semata mengejar pertumbuhan fisik, tetapi menanam investasi jangka panjang melalui pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kapasitas warga.
Pilihan kebijakan ini bukan tanpa alasan. Kota yang tumbuh pesat seperti Tangsel membutuhkan lebih dari sekadar infrastruktur beton. Ia memerlukan warga yang terdidik, terampil, dan sehat agar mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi global. Karena itu, program beasiswa yang digulirkan secara masif—mulai dari BOSDA bagi puluhan ribu siswa hingga beasiswa khusus bagi pelajar dari keluarga kurang mampu—menjadi instrumen strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan struktural.
Yang menarik, perhatian pemerintah tidak berhenti pada pendidikan formal. Program Beasiswa Kesetaraan Paket A, B, dan C yang menyasar warga putus sekolah menunjukkan pendekatan kebijakan yang inklusif. Lebih dari 500 warga yang kembali mengakses pendidikan bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan upaya negara hadir bagi kelompok yang selama ini berada di pinggiran sistem pendidikan.
Pendekatan pembangunan SDM ini diperkuat oleh penyediaan infrastruktur yang relevan. Revitalisasi puluhan sekolah, pembangunan ruang kelas baru, hingga penyediaan ruang publik seperti alun-alun dan balai warga menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran sosial. Pemerintah tampak memahami bahwa kualitas manusia dibentuk tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di ruang interaksi publik yang sehat dan produktif.
Dampak kebijakan tersebut mulai terlihat pada indikator makro. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangsel yang menembus angka 84,81—tertinggi di Provinsi Banten—menjadi sinyal bahwa investasi di sektor pendidikan dan kesehatan mulai berbuah hasil. Penurunan angka stunting serta penguatan program ketenagakerjaan berbasis pelatihan dan sertifikasi juga menunjukkan konsistensi kebijakan lintas sektor.
Memasuki 2026, proyeksi penguatan digitalisasi pendidikan dan perluasan jaminan kesehatan gratis memperlihatkan arah kebijakan yang adaptif terhadap perubahan zaman. Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan, terutama dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih merata dan efisien. Di sisi lain, perluasan Universal Health Coverage memastikan bahwa peningkatan kualitas SDM tidak terhambat oleh persoalan akses layanan kesehatan.
Pada akhirnya, pembangunan SDM adalah proses yang tidak instan. Namun langkah-langkah yang ditempuh Pemkot Tangsel menunjukkan kesadaran bahwa daya saing kota di masa depan ditentukan oleh kualitas manusianya hari ini. Jika konsistensi kebijakan ini terjaga, Tangsel berpeluang tidak hanya menjadi kota penyangga ibu kota, tetapi tumbuh sebagai pusat manusia unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
#PemkotTangsel#BenyaminDavnie#PembangunanSDM#InvestasiPendidikan#KebijakanPublik



0 Response to "Investasi SDM, Jalan Panjang Tangsel Menuju Kota Berdaya Saing Global"
Posting Komentar