Dompet duafa

Ahlinya Sablon Spanduk Kain

Ahlinya Sablon Spanduk Kain
Spesialis cetak/sablon spanduk kain promosi,SPANDUK KAIN Dwitama Advertising Benda Baru, Pamulang, Tangsel Telp, 813 8468 1151

Perkembangan Politik Venezuela Picu Pelemahan Harga Minyak Global

 

Prediden Venezuela Nicolas Maduro, Ditangkap( Dokomen Internet)

JAKARTA – Pergerakan harga minyak mentah global kembali berada di zona pelemahan pada awal pekan ini, Senin (5/1/2026). Tekanan pasar muncul seiring perkembangan geopolitik terbaru di Amerika Latin, menyusul operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.

Berdasarkan laporan AFP, tren penurunan harga minyak yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir semakin diperkuat oleh ekspektasi pasar terhadap potensi bertambahnya pasokan minyak Venezuela ke pasar internasional. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan terjadinya kelebihan pasokan di tengah permintaan global yang belum sepenuhnya pulih.

Pada perdagangan pagi di kawasan Asia, harga minyak Brent tercatat turun 0,21 persen ke level 60,62 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,35 persen menjadi 57,12 dolar AS per barel. Pelemahan ini terjadi meskipun kedua kontrak acuan tersebut sempat menunjukkan pemulihan dari titik terendah sebelumnya.

Sentimen pasar semakin tertekan setelah mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pernyataan bahwa Washington akan memimpin proses transisi pemerintahan di Venezuela, termasuk mengambil alih pengelolaan sektor energi strategis negara tersebut pascapenangkapan Maduro.

Custum, Peralatan, Resto, Cafe, Hotel, Rumah, Kantor, Dll

 

Dalam konferensi pers yang digelar di Mar-a-Lago, Florida, Sabtu (3/1/2026), Trump mengungkapkan rencana pemerintah AS untuk segera mengirim sejumlah perusahaan minyak besar asal Amerika Serikat ke Venezuela. Langkah tersebut disebut akan disertai investasi bernilai miliaran dolar AS.

Menurut Trump, investasi tersebut akan difokuskan pada revitalisasi infrastruktur minyak Venezuela yang selama ini mengalami kerusakan parah, dengan tujuan meningkatkan kapasitas produksi di negara yang dikenal memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.

Saat ini, Venezuela hanya mampu memproduksi sekitar 1 juta barel minyak per hari. Angka tersebut menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan produksi pada 1999 yang mencapai sekitar 3,5 juta barel per hari, seiring bertahun-tahun sanksi internasional dan minimnya investasi di sektor energi.

Meski demikian, para analis menilai peningkatan produksi secara signifikan tidak akan terjadi dalam jangka pendek. Analis UBS, Giovanni Staunovo, menegaskan bahwa pemulihan sektor minyak Venezuela membutuhkan komitmen investasi yang besar dan berkelanjutan. “Kondisi infrastruktur yang rusak akibat salah urus dan kurangnya investasi selama bertahun-tahun menjadi tantangan utama,” ujarnya kepada AFP.

Di sisi lain, daya tarik investasi di sektor minyak global saat ini dinilai masih terbatas. Harga minyak terus tertekan oleh kondisi kelebihan pasokan global serta tren penurunan sepanjang 2025. Faktor eksternal lainnya, seperti perang tarif yang dipicu kebijakan perdagangan Trump dan konflik berkepanjangan di Ukraina, juga masih menjadi hambatan utama bagi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi global.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perkembangan Politik Venezuela Picu Pelemahan Harga Minyak Global"

Posting Komentar